Blog….go…Blog…!!!!

Entries from August 2004

Letter from Ulez

August 29, 2004 · Leave a Comment

Jika, Sebuah Pensil Warnaku kuberikan pada Irha
Ini adalah petualangan sel-sel otak dalam mencari kebenaran yang dapat diterimanya (karena kebenaran belum tentu dapat diterima).

Aku baru bangun ketika sekejap itu pula mataku menumbuk tulisan terjemahan film the matrix,
”aku tidak suka gagasan bahwa aku tidak mengendalikan hidupku” mungkin bahasa inggris amerikanya ”i don’t like the idea of being not having control on my own life”.

Aku harusnya bertemu Wachowski bersaudara semenjak tahun 2000
untuk menuliskan pada mereka bahwa aku mempunyai sel otak yang mempunyai rute petualangan yang sama.
Aku harusnya bilang, ” we always have control with our life, since our birth, even since we are not exist yet, we always do bro!”.

Lalu aku akan mulai bercerita gagasanku.
Aku punya ide. Bahwa ketika manusia mulai hidup, tidak bisa merdeka dari dua hal yaitu lahir (kamu bisa baca ini: awal hidup) dan mati.

Tapi diantara belenggu keduanya kita benar-benar merdeka, karena Sang Pencipta Kemungkinan memberikan kita hal yang menggembirakan yaitu Teka teki perjalanan hidup untuk dipecahkan sendiri,
persis seperti buku cerita sewaktu kita sekolah dasar dulu yang dibawahnya bertulis ”ciptakan petualanganmu sendiri”,
dimana kita tidak harus membaca buku itu halaman demi halaman tapi tergantung jalan mana yang mau kita ambil.

Sayangnya kemungkinan-kemungkinan yang diberikan sedemikian banyaknya sampai kita sendiri malas untuk memikirkannya sehingga beberapa dari kita lebih senang tidak merdeka dalam menentukan kemungkinan yang cocok dan dapat diterima untuk dirinya sendiri.If…Then…Else.

Hidup ini adalah Algoritma kawan, pilihlah petualangan mu sendiri tidak ada jalan buntu, tidak peduli kamu akan melakukan sesuatu atau menghindarinya hal beikut yang mendatangimu adalah konsekuensi dari tindakan yang kamu ambil.

Contoh sederhana, If kamu percaya dengan apa yang aku ceritakan ini Then kamu akan mulai berpikiran yang kirakira sama denganku dalam memandang hidup Else mungkin kamu akan berpikiran lain, entah menentang atau entahlah. Tidak, tidak berhenti sampai disini karena setiap If…Then…Else yang baru kita lewati akan melahirkan If…Then…Else yang lain dibawahnya. Makanya aku bilang jika kita sudah ditakdirkan untuk merdeka mengapa mesti kita mengingkarinya dengan mengakui bahwa kita merdeka dengan tetap terbelenggu dan nyaman dengan ketidak tahuan…., hanya agar bisa tidur pulas dan bangun dengan mengetahui uang penghuni dompetmu masih ada untuk makan dan tertawa.Hahaha…adapun benar tidaknya tulisan inipun adalah termasuk dalam sistem If…Then…Else itu sendiri, If tulisanku benar Then ini adalah tulisan yang benar dan aku senang bisa mengetahui sekali dalam hidupku aku benar Else ini hanyalah tulisan orang gila yang mencuri 20 menit waktu kerjanya. Namun orang gila ini berharap ini adalah awal dari pengumpulan pensilpensil warna dimulai dari Irha lalu UleZ berikutnya adalah yang lainnya. Selamat Bekerja atau apapun yang akan kamu kerjakan.wuih,panasnya ampuuuuuun, di Bogor aja kayak gini gimana Jakarta.Susah,Belum makan kerja gak semanget, laper, dah makan kenyang kerja gak semanget juga ngantuk. Jadi kapan semanget kerjanya yah?Rha,lu ngapain kalo senggang?suka nulis ya Rha?gw kangen masamasa guwe masih demen nulis, sekarang gw lebih banyak ngegambar dan manipulasi gambar, faktor duitlah yg bikin gini hehehe, tapi emang gw demen juga seh.Eh, lu suka nulis dlm english gak? kalo suka, coba aja ngadu ama seluruh dunia alamatnya di www.w1k.com, pilih kontesnya yang text, gw suka ngadu tapi buat photoshop contectnya.uuuh, guww mo laporan dulu ah kepada sang Khalik.dah Rha.ntar sore deh kalo gw gak kehanyut ngulik gambar gw kabarin lagi.thxUleZ

Categories: Daily Blog

My Brain….

August 29, 2004 · Leave a Comment

2004-04-30 02:19:16 (GMT)

Situasi sering berubah seiring jarum jam yang berjalan satu-satu kedepan.
Tidak ada yang bisa merubahnya, selain the all mighty God yang menyerukan, STOP!!
Tapi itu tanda dunia ini juga berhenti berputar bukan? Dan bukan itu yang kita semua inginkan.

Perasaan bergulir seperti air dari kucuran, turun dan terus turun, mengalir dan mengalir membasahi semua permukaan yang dilewatinya, dan tidak terkecuali. Walau terkadang terik dari sang matahari menguapkan butir-butir air kecil itu. Kering dan tak berbekas. Begitu juga dengan perasaan manusia, berubah, berjalan bahkan terkadang kering kerontang.

Hati manusia kadang ku pikir seperti sebuah kentang, jika diolah dengan baik, ia akan berubah dari sebuah tumbuhan bundar, jelek dan kotor menjadi makanan yang membuat perut buncit. Tetapi jika dia dibiarkan diatas dipan, dan kadang2 ditusuk2 menjadi mainan kanak-kanak, kentang itu akan menjadi busuk dan lebih buruk lagi, berulat dan bau.

Semua itu membuat aku berfikir – walau kadang aku malas memikirkannya – kehidupan itu diberikan awalnya mulia dan bersih, sama seperti selembar kertas folio yang baru dibeli dari toko buku, tetapi tangan2 jahil membuat lembar kosong itu berisi. Berisi kotoran, tulisan, sayuran bahkan bisa berisi obat-obatan dan marijuana. Tergantung siapa yang mengisinya dan apa isinya.

Kadang ingin aku mempunyai tangan yang super besar agar bisa memutar kembali rotasi bumi ini sehingga aku bisa mengulang hal-hal bodoh yang pernah melewati ruang waktu umurku hingga sekarang. Tetapi bagaimana? Dengan merendam tanganku di seember minyak tanah? Atau bagaimana? Bagaimana menghilangkan lubang-lubang bekas tusukan paku yang kutanamkan di belahan-belahan kayu hati orang-orang itu? Bisakah aku menambalnya seperti menambal ban yang pecah?

“Hai, apa kabar? *Ira*”Pesan singkat seharga 350 rupiah kuluangkan hanya untuk menyambung pertemanan yang terputus. Aku pikir – walau seperti yang pernah kubilang, kadang aku malas untuk berfikir – tidak ada salahnya aku menguntai kembali butir-butiran ‘teman’ yang terputus dari rangkaiannya. Tetapi ternyata balasan yang datang membuat aku ingin melompat-lompat – bukan karena senang – melainkan kaget. Untung jantungku sehat, sesehat matahari pagi. Kata-kata yang kudapat membuat segaris senyuman pahit muncul malam itu. Well, once again, dari satu sisi ingin kujawab sesuatu yang mungkin bisa membuat pembacanya merasakan panas dikepala dan hatinya. Tetapi kuingat lagi masalah ‘kentang’, aku tidak ingin menjadi kentang yang ada di dipan yang membusuk dan bau.

Belajar menahan semburan emosi yang keluar bukan sesuatu yang mudah. Selayaknya seorang kanak-kanak belajar mengendarai sepeda, awalnya roda tiga, lalu roda dua, lalu muncul bilur-bilur biru dikaki dan tangannya akibat terjatuh dan terjatuh dan terjatuh. Sampai akhirnya ia bisa mengendarainya dengan piawai dan tersenyum bangga. Begitu pula proses pembelajaran hati, emosi dan pikiran.

Aku coba menerawang dan melihat jalur-jalur kehidupan yang terlewat di rel nyawa ku yang ditiupkan Tuhan kira-kira hampir 27 tahun yang lalu. Tiket yang kubeli untuk melalui rel itu mahal, tapi tujuannya tergantung aku sebagai masinis. Ada banyak stasiun yang dimana seharusnya aku berhenti dan mengecek mesin keretaku, aku lewatkan begitu saja. Atau jalur yang seharusnya tidak kulewati tetap kulewati dan malah berlama-lama dijalur itu sampai ada petugas yang meniupkan peluit tanda bahaya. Malah terkadang ingin rasanya kutinggalkan kereta itu dan beralih ke kereta lain.

Sering aku terjerembab oleh sebaris aspal yang kubuat untuk alas ku berpijak. Entah pembuatannya yang tidak benar, atau bahan dasar aspal itu yang aku salah? Jangan-jangan aku salah mencampurkan adonan aspal itu, memakai ter atau tepung ya??? Entah lah! Tapi bilur-bilur yang ada dikaki dan tanganku membuat aku sadar ada sesuatu yang salah dengan cara aku berjalan, ada yang salah dengan cara aku mengendarai kereta ku itu, ada yang salah dengan cara aku belajar dan membuka-buka halaman kehidupan ku sendiri.

Ingin ku tiupkan kata-kata ini kepada semua orang yang hatinya menjadi bolong Karena paku yang ku tanamkan dihati mereka masing-masing;“Aku ini hanya setitik kecil manusia yang mencari gambaran jiwa, entah bentuknya abstrak atau riil. Kata maaf mungkin tidak cukup kuat untuk kuangkat dan kubagi-bagikan atau mungkin aku tidak cukup memiliki jatah untuk diriku sendiri. Tetapi akan kusisihkan sebentuk kecil lingkaran yang akan kucuil dari hatiku untuk menggantikan lubang-lubang yang kubuat dihatimu.”

Jika ada satu masa didalam lingkaran proses hidup manusia yang mengijinkan aku untuk berhenti dan berfikir, maka aku akan ambil itu dan kusimpan dalam saku bajuku untuk kubawa kemanapun aku pergi.J

ika ada satu kesempatan didalam jutaan kesempatan yang berlalu lalang dijalan raya, akan kucuri satu dan kugunakan untuk memperbaiki apa yang sudah rusak.

Jika ada satu hembusan nafas yang sedang dibagi-bagikan pada acara amal, aku akan mengemis dan merengek untuk mendapatkan satu dan kusimpan dalam lubang tanah yang dalam seperti binatang yang menguburkan makanannya untuk disantap nanti.

Jika ada satu kata yang mungkin bisa menyembuhkan luka, akan ku pakai itu untuk mengobati apa yang sudah pernah kugores. Bisa kah kata-kata penyembuh itu kutemukan di Apotik? Berapakah harganya? Apakah semahal harga diriku? Atau semahal jiwaku?

Ada banyak ‘JIKA’ di kosa kata otakku yang kecil ini.
Kaumau satu? Atau kau mau lihat contoh ‘JIKA’ yang dari tadikusebutkan?
Satuuu….saja!!

Baiklah, aku akan beristirahat dan membuka layar kecil yang baru, tidak mahal tapi bagus, tidak elok tapi merindukan. Tidak berwarna-warni tetapi polos. Kau mau kuberikan satu buah pinsil warna dan membantuku mewarnainya?

Categories: Daily Blog

Udah Taun 2004 Loh….

August 29, 2004 · Leave a Comment

Jakarta, 7 January 2004

Enggak sadar ya sekarang udah taun 2004 aja, cepet banget.
Udah banyak lagi deh kejadian yang lewat di taun 2003,
kejadian yang mau gue lupain tapi susah banget.
Di Tahun 2004 ini gue berharap….dapet jodoh hihihihihi….

Ada beberapa cerita baru seperti:Ada secret admirer yang namanya Eldy Jonathan,
yang sampe sekarang masih enggak jelas…kenalannya aja kudu lewat temennya dulu.
Enggak seru banget itu orang, udah gitu pake acaran boong segala ama gue soal dimana dia kerja..

kedua:A’a sekarang di Bogor, seperti yang udah pernah gue ceritain,
hubungan gue mulai membaik sama dia dalam arti kata,
sudah mulai deket lagi gue sama dia, dan sudah sedikit ada ‘trust’ di our friendship.
Tapi so far kemajuannya baru sampe situ, dan sampe situ aja emang yang gue mau :)

Ketiga: Ceting lagi hihihihihi, gak tau kenapa ini anak bikin gue pengen ceting lagi tapi bukan berarti gue naksir…
cuma jadi gue kembali betah berlama2 di depan kompi,
dan menyebabkan gue tidur pagi terus selama beberapa hari ini.
Namanya Andy Nugroho dia lagi ambil S2 di Jerman.

Ke empat:kemarin2 gue ke Surabaya sama nyokap dan ade gue, dan tebak siapa lagi yang gue temuin?
heheheh tidak lain tidak bukan ya si Tedjo, selingkuhan lama gue yang tinggal di Surabaya….
wah biasa TTM….

Apalagi ya?lom ada lagi deh…segitu aja kali ya…heheheh dari pada diary ini ditutup sama admin gara2 gak diisi2….

Categories: Daily Blog

A’a dan cerita lama gue

August 29, 2004 · Leave a Comment

Jakarta, 22 Agustus 2003

Kemarin (hari Rabu) tanpa di rencanakan si A’a sms gue dan ngajakin ketemuan, sebenarnya sih gue duluan yang ngajak ketemu tp bukan hari Rabu melainkan hari Kamisnya. tapi ternyata mungkin dia pas bisa. Disitu lah akhirnya semua keluar uneg2 mengenai masalah gue sama dia yang dulu dan kesimpulannya gue masih bisa temenan lagi tapi tetap enggak bisa kayak dulu, kita berdua sudah pernah mengalami hal yang menyakitkan, dan itu pasti akan membuat perubahan yang sangat besar, juga perbedaan.

Sampai dirumah gue malah berfikir mungkin lebih baik gue enggak usah ketemu temen2 lama gue lagi, dengan begitu gue tidak akan mengulang cerita2 lama gue, sifat2 lama gue dan kebiasaan2 lama gue. Dengan ketemu a’a kemarin aja gue udah mulai teringat sama cerita2 gue yang dulu sama dia.

Si kitty marah sama gue, padahal seharusnya gue bukan yang ngambek? well, menurut rencana besok itu gue janjian sama Ditha, kitty dan mang oteph, tp sepertinya….enggak akan mungkin terjadi…

Categories: Daily Blog

Sekarang Semuanya Berubah

August 29, 2004 · Leave a Comment

Jakarta, 18 Agustus 2003

Eh hari ini libur dong gara2 tujuh belasan heheheh lumayan lah senin gini gak masuk….. Gue mau cerita soal temen2 gue yang sekarang berubah…

A’a: Mungkin sekarang gue udah bisa ngobrol biasa lagi sama dia kayak dulu, tapiiii….tetep gue ngerasa ada yang berubah dari dia. Udah enggak gampang diajak ketemu kayak dulu, yah mungkin jg karena peristiwa yang dulu itu dia sekarang berubah.

Kitty: sejak pacaran dia banyak berubah,ok lah perubahan dia banyak yang positifnya tapi sepertinya gue jadi tersisihkan,
semua waktu dia sekarang buat cowoknya. Wajar sih dan memang biasanya cowoknya duluan kan yang dipentingin, tapiiii…. gue enggak senengnya terlalu semua waktu dikasih ke cowoknya, enggak dibagi2. Dulu dia paling rajin telfon gue dan tanya2 kabar gue, sekarang??? huuu boro2….kalo gue udah ngambek dulu baru deh dia nelfon,itu juga kadang2 nelfon kalo ada butuhnya aja sama gue.

Krisna: Sekarang juga enggak kayak dulu, dia sekarang lebih diam, dan enggak gampang lagi diajak jalan2 kayak dulu, yah semua orang kan emang punya waktunya sendiri2. tapiiii hehehehhe

Gue sendiri: gue juga ngerasa gue banyak berubahnya…. tapi entah kalo orang lain yang ngeliat ya??? Yah gue juga kan enggak bisa mengharapkan orang untung bersikap seperti yang gue mau, gue kan juga enggak boleh egois, siapa tau menurut mereka juga gue enggak kayak dulu lagi, nyebelin lah apa lah istilahnya….entah juga….tapi yang jelas gue ngerasa temen gue udah banyak banget yang berubah…. dan itu membuat gue sedikit sedih. Gue kangen peristiwa kayak dulu lagi, temen2 gue yang kayak dulu lagi…..ihik…ihik…

Categories: Daily Blog

Kisah kerjaan Baru dan Cerita Baru

August 29, 2004 · Leave a Comment

Jakarta, 12 August 2003

Sejak tanggal 28 july kemarin gue diterima kerja di Club Azur,
salah satu fine dining yang ada di Kemang.
Gaji sih kecil, tapi ya gue memperhitungkan jarak juga, deket banget dari rumah gue……

Disitu gue kerja jadi Club Secretary, sampe sekarang bisa dibilang gue belum sepenuhnya kerja, karena Chefnya belum datang.

Cerita selanjutnya mengenai “A’a” huaaa…. finally gue bisa ngobrol 7 jam lagi sama dia, cerita2 kejadian dulu2, curhat kejadian2 yang udah lewat yang enggak kita ceritain selama ‘musuhan’….hmm setahun lebih gue enggak kontak, gue pikir kalau gue ditinggal aja berdua sama dia pasti suasananya kaku, tapi ternyata tidaaakkk…hehehhehe…gue bisa kayak dulu lagi, ketawa2, dan cela2an….well I hope it will last forever, gue enggak mau ngerusaknya lagi seperti dulu, gue akan lebih bersikap hati2 dalam menghadapi persahabatan gue yang ‘baru’ ini.

Cerita lain lagi…?? hmmm gak ada, cuma gue bingung kemarin2 gue sempet mimpiin si Ditha, kenapa gue juga enggak tau padahal gue enggak mikirin dia sama sekali tapi bisa kemimpi ya?gak tau deh…

Categories: Daily Blog

Putuuuuusss….lagiiiiii cintakuuu…..

August 29, 2004 · Leave a Comment

Jakarta, 1 July 2003 @ 20:15 WIB

Kalo komentar nyokap gue: “Yaaahh…cuma segitu aja???”.
well, ceritanya kalo ditulis mungkin panjang banget dan gue males ceritain,
tapi intinya hubungan jarak jauh ini enggak bisa bertahan lama,
karena ada satu pihak yang belum paham betul arti “sayang” yang sebenarnya.

Tapi kejadian itu mengingatkan gue akan kisah2 gue yang lalu!!
…hmmm 3 orang yang paling berpengaruh dalam hidup gue….Mau tau?
Tapi sebelumnya kalau kebetulan orang2 yang akan gue sebutkan ini membaca secara sengaja atau enggak sengaja, gue mau minta maaf, maksud gue hanya mau menumpahkan apa yang ada di otak gue yang selama ini mungkin enggak pernah bisa keluar.

Bukannya mau mencemarkan atau bikin orang2 yang akan gue sebutkan ini top, tapi yah…dibaca aja deh, ambil positipnya aja, atau ambil hikmahnya dari cerita gue. Jangan memihak atau mencela, cukup baca dengan hati lapang…..ehhehheheh emangnya bola….

Nah cerita gue dimulai dari -tepatnya kapan gue udah enggak begitu ingat tapi setidaknya sekitar itu lah- sekitar tahun 1998-an, waktu lagi giat2nya chatting di MIRC disalah satu channel yang agak sepi, gue terlibat ‘asmara’ sama salah satu personilnya yang kebetulan lagi belajar di Australia.Dari dia gue dikenalin sama cowok ini.Karena namanya agak2 berbau ‘wanita’, akhirnya gue setuju untuk nelfon dia dikantor, dan ternyata setelah gue telfon dia itu ‘laki-laki’ ehhehehehh geli jg kalo dipikirin.singkat cerita gue putus sama ‘pacar’ virtual gue itu dan makin akrab sama cowok ini. Dan singkat cerita pula kalo enggak salah sekitar tahun 1999-an gue jadian sama dia.

Awalnya dia asik banget diajak bercanda, sering gue nungguin email dari dia yang isinya cuma singkat tapi bikin gue ketawa ngakak… sampe pada waktu jadian, dia lagi ada tugas diluar negri, dan gue mempertaruhkan kerjaan gue untuk bisa nelfonin dia….pffuuuhhh…Hari-hari gue penuh dengan tawa dan hati berbunga-bunga, sampai pada kejadian, dia mulai dekat sama cewek lain dan enggak lama gue putus dengan alasan yang enggak jelas, dan sumpah enggak gue inget sampe sekarang yang dulu itu kenapa… umurnya cuma setahun kurang beberapa hari.Lepas dari itu gue masih deket sama dia, biarpun masih aja ada ‘insiden-insiden’ yang enak maupun yang enggak, sampai gue merusak kepercayaan dia sama gue.

Gue bikin kesalahan yang awalnya cuma karena gue ngerasa sakit hati sama perlakuan dia sampe gue putus sama dia, gue ngerasa gue harus balas yang setimpal sampai gue enggak sadar kalau hal itu malah berbalik berimbas ke gue. Gue kehilangan hmm tepatnya benar2 kehilangan dia sebagai teman gue. Tidak sepenuhnya apa yang gue pernah katakan ke dia waktu ‘insiden’ itu bohong semua…tapi ya mungkin semuanya sudah terlambat, dan gue tau sampai kapan pun, meskipun dia bilang sudah tidak ada masalah lagi, tapi hal itu masih tetap akan dia ingat dan enggak akan dia lupa sampai kapan pun.

Mungkin juga niat gue yang semula mau bikin dia sakit hati seperti gue sakit hati akhirnya kesampaian, tapi ternyata gue malah jadi lebih sakit hati, karena ulah gue sendiri, dan gue sadar semua resikonya dan gue berani menghadapinya. Walaupun kadang2 gue kangen pengen seperti dulu lagi sama dia, karena sampai sekaranga, entah kenapa gue masih tetap ingat dia. SAMPAI KAPAN PUN…. biarpun dia membenci gue, tp setulusnya pengen gue bilang ke dia langsung: Gue berubah, tp gue terima resiko atas perbuatan gue, gue tau loe benci gue.

Yang ke dua, hmmm berawalnya sama, kenalan di chatting MIRC di salah satu channel yang dulu personel2nya asik2 banget, sekitar tahun 1997 – 1998an.Awalnya semua anak2 cewek pada naksir sama dia. Nama onlinenya LEO. Gue hanya rajin ngemail, ngobrol/chatting sama dia, selebihnya sumpah gue enggak tau dia sama sekali. Sampai dia balik ke Indo juga gue cuma telfon2an aja, dan gue jadi akrab -sebatas temen chatting-.Singkatnya, ketemuan sama dia juga enggak sengaja, pas dia sama gue berada disatu tempat secara bersamaan. Sejak ‘ketemu’ itu, gue lumayan hilang kontak sama dia, sampai saat dia kerja di perusahaan trading dan dia nawarin gue untuk nawarin bos gue ikutan trade sama dia.

Mulai deh gue telfon2an dan sering janjian buat ketemuan, singkat cerita gue jadi akrab banget sama dia (kejadian ini sekitar tauunn….hmmm 2001-an akhir deh.. lama banget kan dari gue kenal dia sampe akhirnya ketemuan?).Hari-hari gue laluin dengan jalan bareng, nongkrong bareng, ngopi bareng (kebetulan hobby gue sma dia sama…) Kadang gue jemput dia atau dia jemput gue buat pulang bareng,nungguin dia main bilyard, curhat bareng….wah penuh ketawa. Dia benar2 teman yang setiap saat ada disamping gue saat gue butuh.

Hampir semua temen deket gue kenal sama dia, dan akhirnya dia punya panggilan yang awalnya gue yang buat, “A’a”. Kedekatan dan kesediaan dia menemani gue itu lah yang mungkin memancing gue untuk ’sedikit’ punya hubungan lebih dari teman sama dia, tetapi sepertinya gue bertepuk sebelah tangan setelah semua yang gue laluin bareng dia, setelah apa yang kita lewatin bareng seperti layaknya ‘teman dekat’.Dari dia gue dapet banyak pelajaran bagus. Banyak banget kejadian2 yang bikin gue sadar akan kelakuan gue selama ini, banyak banget nasihat dari dia yang bikin gue makin kuat dan makin tau harus kemana jalan gue. Banyak suka dan duka gue alami selama main sama dia.

Tapi lagi2 mungkin sikap kekanak-kanakan gue belum ilang sepenuhnya,lagi2 gue buat masalah, dan kali ini dia marah. gue selalu minta waktu dia buat gue, tanpa gue mikir bagaimana dianya yang udah berkorban banyak buat gue.Kalau gue bisa ngomong langsung sama dia, gue akan bilang: “A’a,maafin gue, selama ini loe tau kalau loe itu teman terbaik gue yang pernah gue temuin, sampai kapanpun gue tetap sayang sama loe, seperti dulu asal loe mau maafin gue, dan kita bisa berteman lagi seperti dulu.

Nah…yang terakhir ada hubungannya sama kalimat pertama gue diatas,cerita tentang cowok polos yang gue temuin waktu gue pertama kali kost di bandung.Dia satu kost sama gue, menempati kamar tepat di seberang kamar gue.
Awalnya gue enggak tertarik sama dia sama sekali, karena orangnya tertutup dan kayaknya enggak gaul. tapi berhubung gue butuh temen dari pada sepi, jadi sering deh gue ngobrol2 sama dia, dan lama2 gue betah juga.
Dan terjadi begitu aja kedekatan antara gue sama dia.Ada banyak juga perbedaan gue sama dia, salah satunya, temen gue banyak sedangkan dia itu enggak begitu bisa punya banyak temen.

Gue bawel sedangkan dia agak sedikit tertutup. Gue seneng pergi2 sedangkan dia seneng dirumah dan ngobrol. Awalnya gue sering bosen karena hubungan gue gitu2 aja, tp karena tiap hari gue nikmatin aja keadaan gue disana sama dia, lama2 gue terbiasa. gue jadi betah dirumah, masak, ngobrol, dan ngeberesin kamar bareng2 dia, yah sekali2 gue jalan juga sama dia tapi itu juga bisa diitung dan biasanya enggak begitu jauh.Banyak juga perubahan yang terjadi sama gue setelah gue dekat dan pacaran sama dia, salah satunya gue jadi bersikap sedikit dewasa, dan sedikit tau bagaimana cara ‘mengurus’ pacar heheheheh.

Tapi akibatnya dia jadi sedikit bergantung sama gue. Hampir semua urusan dia gue yang ngurusin, dari mulai makan sampe beres2….Baru beberapa bulan gue bareng2 dia, akhirnya dia di mutasi balik kejakarta, gue sempet sedih karena enggak bisa lagi bareng2 sama dia, tapi gue tau kalau bagaimanapun dia akan tetap setia sama gue, dan gue juga enggak akan berani macem2 dibelakang dia.Akhirnya dengan segala daya upaya sampe berantem sama HRD, dia dimutasi lagi ke Bandung, tp dengan resiko, Supervisor yang sebelumnya di Bandung resign untuk kasih tempat biar dia bisa di Bandung.

Tapi rupanya Tuhan itu menghendaki lain. Gue udah harus resign dari kantor karena udah selesai. Gue enggak bisa disana terus, dan gue sadar, saat2 ini gue butuh dekat sama keluarga gue. Gue udah banyak berfikir, tentang apa yang selama ini gue lakukan, mengenai bagaimana sifat gue akhir2 ini, dan itu bikin gue sadar bahwa semua peristiwa baik dan buruk itu terjadi karena kelakuan gueyang makin jauh dari Allah dan dari orang tua gue. Gue enggak mau begitu terus, itu sebabnya gue putuskan untuk membatasi hubungan gue sama dia, walaupun itu berakibat buruk. Dia enggak tahan, karena dia pikir gue hanya berkata bohong kalau gue sayang sama dia karena gue enggak boleh dan enggak datang ke Bandung. padahal masalahnya lebih rumit dari itu dan gue ngerti banget bagaimana perasaan nyokap gue sampe dia ngelarang gue pergi.

Gue sempet kesel juga sama nyokap karena enggak ngebolehin gue pergi, gue sempet enggak negur nyokap karena masalah itu.Tapi dia kan enggak tau disana, bagaimana gue juga sedih harus jauh dari dia, bagaimana gue juga kesiksa kangen sama dia tapi enggak bisangapa2in, gue belum kerja, dan gue enggak mau buat nyokap gue sedih lagi. Dan dia enggak ngerti itu. Yang dia tau gue udah banyak berubahdan perubahan itu terjadi karena gue udah enggak sayang lagi sama dia.Gue nyerah, dan gue capek banget. gue enggak mau gitu terus, yang ada kalau gue ngebelain dia terus, gue bisa berbalik seperti dulu lagi, dan gue enggak mau.ya sudah lah, begitu deh cerita gue, mungkin juga ini salah satu resiko gue untuk kembali ‘berbeda’ dengan dunia disekelilinggue.

Gue terima semua dengan lapang dada. Jadi begituuuu deh cerita gue hehehheheheheh…..

Categories: Daily Blog

Nganggur…..

August 29, 2004 · Leave a Comment

Jakarta, 4 June 2003 @ 12:50 PM

Sekarang gue udah enggak kerja dan udah balik ke Jakarta.
Sudah banyak banget peristiwa yang tidak menyenangkan
terjadi sehingga gue memutuskan untuk kembali ke jakarta,
dan kembali menjadi ‘gue’ yang dulu yang sempat hilang lama.

Menemukan kembali perasaan tenang dan nyaman kembali ke sini,
biarpun itu artinya gue meninggalkan Yana di Bandung.
Akhir2 ini gue mencoba mengenalkan kebenaran ke Yana,
dan yang bisa gue lakukan cuma berusaha dan berdoa kalau memang dia jodoh gue.

Categories: Daily Blog

Pengupdate-an kisah cinta

August 29, 2004 · Leave a Comment

Bandung, 17 Maret 2003, 2:17 PM

Kemarin waktu pemakaman eyang, eh waktu masih dirumah duka, si Yana datang,
dan gue kenalin ke nyokap.

Selang bbrp hari, nyokap nelfon ke bokap mulai tanya2 soal Yana,
akhirnya Ayu nelfon, laporan ke gue kalo si nyokap nanya macem2 ke Ayu soal Yana,
gara2 Ayu waktu itu nginep di kost gue.

Finally gue nelfon bokap, dan bokap sepertinya setuju aja kalo gue sama Yana,
malah udah ditanyain kapan mau ’serius’ karena katanya bokap udah tua
dan kapan lagi mo momong cucu kalo enggak dari gue…
hehehehheh pusing enggak sih loe ditodong begitu sama bokap?
guenya sih mau aja, tapi kan enggak segampang itu, masalah gue masih soal nyokap yang kayaknya susah untuk ok,
karena kan Yana beda agama sama gue,
belum lagi keluarganya Yana.

Yang tau gue beda agama sih baru nyokapnya,
tapi kan itu juga akan jadi masalah nanti2nya.
Yana minta waktu sama gue 2 tahun lagi,
sebenarnya sih gue maunya setahun lagi aja, enggak mau lama2, males…
tapi tergantung nanti deh,
kalau emang memungkinkan pengennya cepet aja hehehheh capek ah menjomblo..

Categories: Daily Blog

Duka Cita

August 29, 2004 · Leave a Comment

Bandung, 17 March 2002, 1:52 PM

Tanggal 13 Maret kemarin, eyang meninggal dunia,
gue kaget dan sedih banget, sekaligus menyesaaalllll banget,
karena gue jarang ketemu Eyang,
dan detik terakhir gue enggak ketemu,
masih dalam perjalanan menuju jakarta.

Selama ini gue banyak salah sama beliau.
Tapi ya yang sudah lewat enggak bisa disesalin,
dari pada gue sedih terus.

Categories: Daily Blog