15 Maret 2011
Gw mungkin emosian, gw mungkin moody, gw mungkin cengeng, gw mungkin manja, tp gw bisa diajak ngomong pelan-pelan. Gw mungkin lambat, tp gw bisa diajak belajar.
Kalau mau mengusung konsep kebersamaan, kenapa tidak yg lain juga dibicarakan. Semua ada bedanya, cara loe menghadapi seseorang tdk akan sama. gw terima apa yg harus menjadi masukan gw. Tapi kenapa harus bilang untuk umum kalau object utamanya gw? Itu menyudutkan gw.
Kalau memang untuk kemajuan yang katanya tim, kenapa berproses itu ditentukan? Apakah tidak akan lebih friendly jika berupa himbauan? Semua harus ada indikatornya, baik, gw terima konsep itu. Bukankah jadinya kedua belah pihak juga hrs ada indikatornya? Kalau hanya satu sisi yg hrs ada ukuran keberhasilan, itu namanya menilai ‘satu’ bukan ‘kesatuan’.
Diri sendiri bilang, ada proses pencari tahuan, gw jg sedang proses pencaritahuan, tp dengan cara gw sendiri, betulkan jika memang salah, arahkan jika memang melenceng. Memang selalu dibantu, tp anggaplah gw bodoh sehingga hrs diberitahu. Pernahkah subject itu muncul sebelumnya? Disinggung atau diceritakan?
Gw sedih, karena sebenarnya gw bisa diajak bicara baik-baik. Gw sedang mengejar bentuk passion gw. Gw sedang mencoba mencintai semua yg gw lakukan. Tp bentuk cinta gw akan jadi berbeda dengan yg lain. Tp itu gw, itu cara gw.
Like this:
Be the first to like this post.