Blog….go…Blog…!!!!

Bloopers…. heuheuheuheuheu

October 20, 2008 · Leave a Comment

Ada bloopers dari email….. lucu banget
ada tambahan lagi dari gw:
Cantik vs Lemot
Suatu hari disebuah angkot Lampiri – Cililitan:
Ibu 1: Iye…gile bener ye itu kawinannye, gw denger2 tige hari tige malem.
Ibu 2: He eh tajir bener kayaknye bapaknye.
Ibu 2: eh….bang….bang…setop kiri…
(turun)
Abang angkot: dari mana ?
Ibu 1 + 2 (dengan kompak): enoh, dari kawinan pan, kagak liat kite pade cantik2 begini?
Abang angkot: maksud saya naik dari mana bu??
Ibu 1 (malu-malu): aduh bilang dong, onoh dari lampiri, dua rebu pan bang???
(didengar oleh gw dan segerombolan orang2 yang langsung kebelet pipis dengernya)
Emang udahpindah ya??
Adegan di sebuah film: Mesir bukan Mesir namanya tanpa sungai Nil…bla..bla..bla..(kurang lebih seperti itu lah dialognya….)
A: psst…pssst mbak (bisik-bisik) bukannya Gangga ya yang di Mesir?? (mikir bentar)
B: (Pengen nabok)
A: eh bukan ding, itu mah India ya? Iya gak sih???
(disalah satu bioskop pas pilem Ayat-Ayat Cinta, didengar langsung sama gw yang saat itu juga pengen beliin dia buku pengetahuan umum jaman esde) <– dialog ini pernah di munculkan juga di Blog inih
Karyawan baru ya?
Gw: Mbak bill-nya mana ya..
Si Mbak: Aduh maaf mbak disini enggak ada karyawan yang namanya itu..(muped – Muka pede)
Gw: bon mbak…bon, saya minta bonnya…
Si Mbak: oo..bentar ya mbak. Kirain nanya karyawan sini
(Restaurant AH jaman gw SMP)


Subject: cerita nguping


Dialog absurd di tengah kota Jakarta . Gak tahu kisah nyata atau bukan. Yang pasti semua ceritanya bersumber dari kiriman email pembaca setia.

A. Saya baru bisa keluar 3 tahun lagi…
Bapak pengemudi bayar parkir: “Kok loketnya dikasih kerangkeng sih mbak?”
Petugas parkir: “Biar saya nggak kabur…”

(Sebuah mall di BSD, didengar oleh keponakan yang mengurungkan niatnya untuk bekerja di Jakarta )

B. Bis sekarang teladan…
Cewe baru belajar nyetir: “Gua itu paling males nyetir di belakang bis, tau sendiri kan bis suka ontime nunggu penumpang… “

(Kelapa Gading, didengar oleh saudara yang malas menjelaskan perbedaan besar “ontime” dan “ngetem”)

C. Ini salah jari atau otak ya?
Lelaki sibuk di handphone: “Halo X, gua telepon ke nomor satunya ya (tutup) Halo… (mulai ngomong panjang lebar)… Lho? Ini siapa? Oh sorry, salah sambung! (memencet nomor lagi) Halo Y, loe gimana sih, ngasih nomer X ke gua kok salah sih! Gimana sih loe? (diam sesaat) Lho? Ini bukan Y ya? Sorry salah sambung…”

(Bank Swasta Pondok Indah, didengar oleh istri yang langsung tambah asik membaca email di BlackBerry-nya)

D. Itu beda lho…
Pengunjung: “Mbak, Coke-nya satu ya, pake es…”
Pelayan: “Maaf Mbak, Coke-nya gak ada, adanya Diet Coke.”
Pengunjung: (Menunjuk menu) “Terus ini apa, Coca-Cola… Kok dibilang ada?”
Pelayan: “Kalau Coca-Cola ada, Mbak…”
Pengunjung: “Huh!”

(Cafe di FX, didengar oleh satu meja yang bersepakat menyuruh pelayan training ulang)

E. Wah, udah lama gak merhatiin dia…
Ibu mengejek anak kecil bersepeda: “Ih, lihat tuh, badan segede gitu kok masa naik sepeda sekecil itu, hahaha… (sesaat kemudian)… Lah, itu anakku!”

(Perumahan di Jakarta, didengar oleh teman yang langsung terbahak-bahak)

F. Ya namanya juga bajakan…
Saat nonton DVD,
Calon mahasiswa S1 FasilKom: “Oi itu jangan lupa kemsyen-nya. .”
Teman #1: “Kemsyen apaan sih?”
Calon mahasiswa S1 FasilKom: “Itu kemsyen… kemsyen, masa gitu aja ga tau sih?”
Teman #2: (mencari fasilitas “kemsyen” di menu) “Gak ada ah…”
Calon mahasiswa S1 FasilKom: “Itu lho, kemsyen en subtitiles.. .”

(Apartemen daerah Kemanggisan, didengar oleh semua teman yang ingin mengumpulkan dana buat les bahasa inggris)

G. AC/DC gityuuu looooh…
Ketua Panitia: “Naahh.. pin yang ini desainnya bagus nih. Bisa buat cewek dan cowok. Biseks gitu!”

(Rapat Buka Bersama, didengar oleh sepasukan panitia yang merasa si ketua terlalu banyak nonton porno)

H. Lengkap banget deh…
Pelayan: “Minumnya, mbak?”
Teman #1: “Teh tawar anget”
Teman #2: “Saya… Teh manis anget”
Pelayan: “Hot tea… dan sweet ice tea hot” (tampang pede dan nyatet)

(Sebuah resto di Plasa Senayan, didengar oleh 2 orang teman yang mesem-mesem dan segera membenarkan ucapan pelayan tersebut)

I. Sehat bener ya, jaringannya. ..
Programmer 1: “Kemaren internet gua udah onlen, cuy”
Programmer 2: “Wah selamat-selamat, download pelm lah kita, gak perlu nonton serial di tipi!”
Coordinator: ” Gaya bener lo pada, mentang-mentang udah pada pasang internet bearbrand… “

(Sebuah warung makan, didengar oleh teman-teman yang langsung bergulingan)

J. Emangnya gua badak?
Cewe mau ikut kursus: “Mbak, kalo disini ada kelas conservation gak?”

(Didengar oleh Student Advisor yang berasa di LSM)

K. Saya menghormati sejarah…
Account Executive: “Baik, kalau begitu kita meeting lagi Senin tanggal 20…”
Klien Besar: “Tanggal 20 itu hari Sabtu. Kita meeting Senin tanggal 22.”
Account Executive: “Tapi tanggal 22 itu hari Rabu. (diam sesaat) Ups, my mistake, ini kalender tahun lalu.”

(Didengar oleh semua kolega yang ingin membungkus AE itu dan mengirimnya ke Timbuktu )

L. I’m not worthy, I’m not worthy…
Klien Besar: “Ya sudah, besok kita meeting lagi ya…”
Account Executive: “Wah, bu, besok tidak bisa, kami ada janji dengan klien lain.”
Klien Besar: (memandang sinis) “I am not your client… I am your god.”

(Perkantoran di Gatot Subroto, didengar oleh seluruh tim agensi yang langsung menyatu dengan kursi masing-masing)

M. Kami perlu yang representatif. ..
Brand Manager: “Hmmm, bagus, visual-nya bagus. Sayang copywriternya jelek.”
Copywriter: “MAKSUD LOE?”

(Didengar oleh Creative Director yang langsung menawarkan mengganti copywriter sambil terbahak).

N. Yang pasti bisa buat nyelem…
Lelaki di toko kacamata: “Yang itu dong, Mbak… Liat…”
Pramuniaga: “Nah yang ini keren, Mas… Bahannya juga bagus, Titanic…”

(Optik di Mangga Dua, didengar oleh pengunjung yang ingin mendorong pramuniaga ke laut)

O. Makanannya seru deh!
Cowo: “Kemaren gua sama cewe gua buka puasa di PS 2…

(Didengar oleh semua teman yang merasa cowo itu terlalu banyak main game)

P. Jaman susah sih…
Pada saat telepon gratis dua detik pertama,
Cowo Hemat: “Kamu dimana? (tutup) Apa? (tutup) Pulang… (tutup) PULANG! (tutup) Aku bilang kamu pula… Ah, goblok lebih dari dua detik!” (tutup)

(Didengar oleh teman yang ingin merebut dan merebus handphone itu)

Q. Jangan terlalu mateng ya!
Pria duduk dan langsung berteriak memesan: “Mas, Ovaltine bakar satu!”

(Warung Tenda Jakarta, didengar oleh seseorang yang hampir jatuh dari kursinya)

R. Yang horisontal kalau bisa!
Di sebuah restoran,
Teman #1: “Eh udahan yuk, kite cabs..”
Teman #2: “Gua aja yang panggilin.. Mas! Billboardnya ya!

(Restoran di Jakarta, didengar oleh banyak orang yang merasa kasihan dengan pelayannya)

S. Menurut sejarah, gak baik loncat-loncat. ..
Ditengah sebuah konser,
Wanita Bingung: “Waduh… Minggir, minggir, kacamata saya jatuh… Awas jangan diinjak!”
Lelaki Baik: “Kenapa mbak, kenapa?”
Wanita Bingung: “Ini mas, kacamata saya jatuh, duh gimana ya?”
Lelaki Baik: “Sini saya bantu cariin. Wah si mbak nih, makanya lompatnya pelan-pelan, jangan terlalu histori…”
Wanita Bingung: “Histori?”

(Senayan, didengar oleh penonton lain yang tiba-tiba tidak bisa loncat lagi)

T. Kalo nyapa yang bener dong… HUH!
Penjaga Toko: “Silahkan kak, Giordano…”
Lelaki Gemulai Nan Jutek: (Menatap sinis) “Sorry! Nama gua bukan Giordano!”

(EX, didengar oleh teman-temannya yang langsung berteriak “Apaan sih tcooooong!”)

V. Ini yang salah ngerti siapa ya?
Pria: “Mbak, pesen es teh manis…”
Pelayan: “Es-nya habis mas…”
Pria: “Ya udah, es teh tawar…
Pelayan: “Iya, mas…”

(Restoran di Jakarta, didengar oleh pengunjung lain yang berpikir cara buat es).

W. Ternyata bukan dongeng anak…
Istri: “Itu loh, yang badannya pendek-pendek. ..”
Suami: “Apaan?”
Istri: “Yang tokoh fairy tale…”
Suami: “Ha, yang mana sih?”
Istri: “Yang punya jenggot…”
Suami: “Yang mana sih…?”
Istri: “Itu lho, yang Snow White dan 7 Mucikari!”

(Didengar oleh teman yang hampir berguling-guling)

X. Maksud gua buat naruh barang!
Mahasiswa S2 mengomel: “Heran gua, hotel sebesar ini gak ada ballroom-nya! “
Teman: “Emang loe mau ngapain, resepsi?”
Mahasiswa S2: “Mau minta koper gua dibawain ke kamar nih!”
Teman: “Bellboy kaleeeee!”

(Hotel bintang lima di Kebon Sirih, didengar oleh semua teman gaulnya yang memaklumi mahasiswa yang baru saja tidak lulus TOEFL)

Y. Eh tapi asik kali yeee…
Anak SMP #1: “Setdah, masa tadi kelasan gua selang-seling gitu duduknya…”
Anak SMP #2: “Ya elah, kesian bet kelas luh!”
Anak SMP #1: “Iye, ntar bukannye belajar, malah pade bercinta!”

(Angkot di pinggiran Jakarta , didengar oleh penumpang yang menuduh sinetron sebagai sumber kebodohan bangsa)

Z. Gak usah pake mangkok aja!
Nyonya: “Mbak, tolong beliin bakso di ujung jalan sana ya, beli empat bungkus, dua campur pake mie, dua baksonya aja…”
PRT Baru: “Yang baksonya aja pake kuah gak, bu?”

( Jakarta , didengar oleh seseorang yang tertawa gila-gilaan) .

AA. Dulu di percetakan ya, mas?
Penjaga Parkir: “Wah mas, stiker parkir langganannya udah exemplar nih, besok diperpanjang ya.”

(Perkantoran Sudirman, didengar oleh pengemudi yang akhirnya sadar ada tulisan EXP di stikernya).

AB. Pengetahuanmu luas, nak…
Mahasiswa #1: “Eh, lo demen Mocca gak?”
Mahasiswa #2: (berpikir sebentar) “Halal gak?”
Mahasiswa #1: “Ya elah, bukan mocca minuman, tapi Mocca band!”
Mahasiswa #2: (dengan begitu PD) “Ah, kalo band-band luar negeri gitu gua nggak demen…”

( Jakarta , didengar oleh seseorang yang memejamkan mata dan berteriak dalam hati)

AC. Belum, lagi jelek koneksinya.
Researcher: “Eh pensil gua kemana  ya?”
Researcher Khusyuk Internetan: “Kenapa loe?”
Researcher: “Pensil gua ilang! Loe tau gak dimana? Udah gua cari kemana-mana nih! Mana sih ya?
Researcher Khusyuk Internetan: “Udah loe cari di google belum?”

(R&D Jakarta, didengar oleh satu divisi yang merasa salah satu dari mereka kena penyakit internetan akut)

AD. Kalo bisa yang triple L!
Ibu #1: “Saya yang well-done ya.”
Pelayan: “Baik, bu. (Ke ibu lainnya) Ibu steaknya mau gimana?”
Ibu #2: “Maksudnya mas?”
Pelayan: “Mau yang medium atau…”
Ibu #2: (Memotong dengan mantap) “Ooooh, saya yang large aja, mas!”

(Restoran Steak di Jakarta Selatan, didengar oleh ibu lain yang merasa harus membenahi make-up tiba-tiba)

AC. Makanya perhatian dong!
Si Pemimpi: “Gua pengen bikin bagasi gua jadi home theater deh.”
Si Serius: “Hah, gimana caranya?”
Si Pemimpi: “Ya nanti gua mau tambahin (mulai penjelasan teknis).”
Si Serius: “Home theater portabel gitu?”
Si Pemimpi: “Ya nggak lah, gimana caranya loe bawa-bawa bagasi?”
Si Serius: “Ya ditenteng gitu? Eh, maksud loe bagasi apa nih?”
Si Pemimpi: “Ya itulah! Yang tempat parkir mobil… Masa loe gak tau sih?”
Si Serius: “Euh, itu kayaknya garasi kali!”

(Reuni alumni di Jakarta , didengar oleh seseorang yang langsung harus ke kamar kecil)

AD. Ah, jangan buka rahasia dong…
Tukang Sate: “Masnya apa nih?”
Mahasiswa Tegas: “Gua kambing! (ke temannya) Loe?”
Mahasiswa gemulai: “Aku ayam…”

(Pondok Sate di Jakarta Barat, didengar oleh mahasiswi yang merasa mendengar pengakuan)

AE. Yang penting kan tata krama!
Pembeli Santun ke Penjual Sop Kaki: “Daging tiga sama kaki dua, udah itu aja. Eh, kakinya yang kanan ya!” (Semua pengunjung tertegun)
Penjual Sop Kaki: “Mmmm, kenapa harus yang kanan, Pak?”
Pembeli Santun: “Yaaa, biar lebih sopan aja… Kakinya yang kanan gituuu!”

(Tenda Sop Kaki Kambing di Tebet, didengar semua pengunjung yang hampir tersedak)

AF. Otomatis ya, mbak?
Kasir: “Mau order apa, mas?”
Pembeli: “Coca-Cola large satu, sama french fries satu… Itu aja, mbak.”
Kasir: “Oke, saya ulang ya, Coca-Cola large satu, french fries large satu. Mau tambah kentang gorengnya, mas?”

(Restoran fastfood di Jakarta , didengar oleh pembeli yang merasa dicekokin)

AG. Ini pasti artinya tentang teknologi…
Webmaster: “Gile, website bikinan orang-orang latin keren banget yah!”
Webdesigner: “Hah, tau dari mana loe itu buatan orang latin?”
Webmaster: “Itu ada tulisannya: Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit…”

(Sebuah kantor di Palmerah, didengar oleh webdeveloper yang langsung ngakak tak terkendali)

AH. Saya kan gak pernah ngerti dunia itu!
Pejabat: “Selamat sore, hari ini adalah hari yang bahagia karena kita menjadi tuan rumah untuk event internasional yaitu Festival Seni Koremponter. ..”
(Seluruh hadirin tertawa)
Pejabat: “Maksud saya Korentomper. ..”
Tamu Gemas: “Kontemporer, pak!”
Pejabat: “Ya harap maklum, saya kan bukan seniman!”

(Galeri Nasional Jakarta, didengar oleh hadirin yang langsung mengeluarkan palu dan pahat).

AI. Ini tindak lanjut yang penuh cinta!
Reporter: “Pak, bagaimana perkembangan kasus korupsi X, apakah ada tindak lanjut dari instansi bapak, seperti pemberian sanksi ?”
Pejabat: “Sejauh ini masih kita pantau dulu, hal ini sedang dibicarakan bagaimana2nya”
Reporter: “Apakah justru ini melibatkan orang dalam pak?”
Pejabat: “Loh, anda tidak boleh sembarangan begitu… Kita harus lihat situasi ini kiss per kiss nya…”
Reporter: “Maksud bapak case by case ?”
Pejabat: (malu) “Iyalah gitu.”

(Kantor Kepemerintahan, didengar oleh kameraman yang menutup mulutnya takut dicium).

AJ. Kan lulusan S3 Ilmu Angkotan!
Pengendara Motor Gak Sabar: “Maju dong! Dasar Bego!”
Supir Angkot Intelektual: “Kalo gua bego, gua gak bakal jadi supir angkot tau!”

(Di bawah flyover Depok, didengar oleh penumpang angkot yang tiba-tiba mempertanyakan pendidikan yang dia jalani selama ini).

AK. Gak mau tawar aja?
Mahasiswa Genit ke penjual kantin yang cantik: “Mau es teh… manis.”

(Kantin kampus Jakarta , didengar oleh teman yang tiba-tiba sok belajar buat UAS).

AL. Si Pitung ada gak, Beh?
Penonton Berisik: “Naaah, nyang itu no Neo namenye, si Neo, Neo…”
Adegan di Layar: “Hello, Mr. Anderson…”
Penonton Berisik: “Eh bukan ding, bukan Neo……itu Mr. Anderson namanya!”

(Bioskop pinggiran Jakarta Timur, didengar oleh penonton di depan yang memilih antara tertawa atau melempar popcorn)

→ Leave a CommentCategories: Daily Blog · Joke Garink

Dementor Di Kehidupan Sehari – Hari (buat pencinta Harry Potter)

August 31, 2008 · 4 Comments

31 Agustus 2008

Tulisan dibawah ini gw culik dari salah satu postingan di milis…. heheheheh tulisannya betul banget, dan gw setuju kalo Dementor-dementor itu ada disekeliling kita dengan wujud yang macem-macem. Mulai dari wujud temen-temen kita sendiri, bos kita, bahkan macet dan antrian di kasir juga bisa jadi Dementor buat kita… hehehe intinya Keep happy and think positive or think the opposite….

From: Leny Gafar <leny.gafar@gmail. com>
Subject: [Chic-ersTalk] Dementor
To: chic-erstalk@ yahoogroups. com
Date: Thursday, August 28, 2008, 6:02 PM

 

 

Buat para penggemar serial Harry Potter pasti tau tentang Dementor. Digambarkan oleh tokoh Lupin bahwa Dementor adalah…

Dementors are among the foulest creatures that walk this earth. They infest the darkest, filthiest places, they glory in decay and despair, they drain peace, hope, and happiness out of the air around them… Get too near a Dementor and every good feeling, every happy memory will be sucked out of you. If it can, the Dementor will feed on you long enough to reduce you to something like itself…soul- less and evil. You will be left with nothing but the worst experiences of your life.” [harry potter wikia]

Atau dengan kata lain, Dementor punya kemampuan menyedot semangat hidup manusia sampe bisa jadi putus asa.

Belakangan ini, gue menemukan bahwa ternyata Dementor bukan cuma ada dalam fiksi. Repotnya, Dementor di dunia nyata lebih sulit dikenali. Kalo di cerita Harry Potter Dementor muncul dalam sosok yang mengerikan, berkulit kelabu dengan jari-jari kurus seperti kerangka, di dunia nyata mereka tampil seperti orang biasa. Mereka bisa aja duduk di sebelah lo di kantin, berdiri di belakang lo waktu ngantri karcis busway, atau yang lebih serem lagi: duduk di balik pintu bertuliskan “BOSS”.

Persis seperti dalam cerita Harry Potter, berdekatan dengan para Dementor bisa bikin lo tiba-tiba merasa suram, putus asa, hidup tiada guna, negara serasa mau bangkrut, kiamat seakan minggu depan, kerja kayak nggak ada gunanya, dsb dsb. Pada stadium lanjutan, infeksi Dementor bisa mengakibatkan timbulnya rasa curiga kalo orang lain berhasil, sirik kalo liat orang lain senang, bahkan terasa dorongan ingin nyabot sukses orang. Dengan kata lain, Dementor itu menular, dan dampak penularannya sangat merugikan. Hati-hati!

Kenapa kita sebaiknya jangan sampe ketularan jadi Dementor?

Karena nggak ada orang yang seneng denger keluhan, termasuk diri kita sendiri. Semakin banyak lo mengeluh, semakin lo benci sama diri sendiri. Semakin lo benci sama diri sendiri, lo semakin yakin bahwa diri lo nggak berguna. Semakin lo yakin diri lo nggak berguna, semakin tertutup jalan untuk hidup lebih baik.

Kenali Dementor sejak dini

Penampilan boleh nipu, tapi Dementor sejati nggak pernah bisa menyembunyikan sifat aslinya. Ciri-ciri yang paling gampang dikenali adalah:

1. Frekuensi curhat yang sangat tinggi, dengan topik masalah pribadi yang seolah penting banget untuk diketahui semua orang, dan nggak ada solusinya.


Yang paling mengganggu dari kebiasaan Dementor yang satu ini adalah, mereka bisa bikin sebuah acara ngumpul yang tadinya ’seru’ dan ‘hore’ jadi ngedrop dengan curhatan-curhatanny a.

Contoh:
“Eh si X baru beli HP lho!” kata seseorang
“Oh ya, apa merknya?” sambut yang lain antusias
“Sony Ericsson, kalo nggak salah”
“SE?! Wah siap-siap aja tuh, kan batrenya cepet bocor. Nih gue pake SE baru sebentar udah rese gini batrenya… blablabla… mana harga jualnya cepet jatuh… blablabla… mau beli lagi nggak ada duit… blablabla… apa-apa sekarang mahal… blablabla… gaji nggak naik-naik… “
Pokoknya begitu si Dementor angkat bicara, semua yang hadir tiba-tiba merasa suntuk, lesu, nggak bergairah. Atau dengan kata lain, ya itu tadi: ngedrop.

2. Dementor selalu mampu melihat sisi jelek dari segala sesuatu, nggak peduli sebagus apapun keadaannya.

Kalo mau dibilang sebagai ‘bakat’, memang kemampuan Dementor yang satu ini nggak dimiliki kebanyakan orang. Saat semua orang terkagum-kagum atas kehebatan sesuatu, para Dementor dengan kejelian yang luar biasa selalu mampu menemukan celanya.

Contoh:
“Gue kemarin ketemu sama suaminya Ibu X. Ya ampun, orangnya ganteng sekali ya… udah gitu keliatannya baik, lagi.”
“Iya, gue juga pernah ketemu. Dia juga setia, lho…”
“Jangan lupa, pinter pulak. Kalo nggak salah dia lulusan terbaik waktu kuliah dulu.”
“Pantesan karirnya juga bagus, ya. Sekarang posisinya udah lumayan tinggi, kan ?”
“…kalo tidur pasti ngorok kaya babi,” kata sang Dementor merusak suasana.  

3.Dementor senang membandingkan diri dengan lawan bicara, sedemikian rupa sehingga dirinya terdengar jauh lebih apes, dan akhirnya lawan bicara menjadi sungkan.

Contoh:
“Hai, gue denger abis pindah rumah ya?”
“Iya nih, biasa… pinjeman dari kantor…”
“Ih enak ya, kantornya ngasih pinjemen rumah.. gue dong masih ngontrak mulu…”
“Oh…”
“Mana gaji nggak naik-naik, buat bayar kontrakan aja udah ngepas, gimana mau nabung buat beli rumah?”
“Ehm… tapi…”
“Udah mana sekarang BBM naik, apa-apa ikut naik, makin cekak aja deh rasanya… Kalo elu kan enak, gaji gede, fasilitas banyak…”
“Eh… permisi dulu ya, mau gantung diri dulu bentar boleh?”

4. Dementor gemar mematikan semangat orang lain.

Seperti pasukan pemadam kebakaran ngeliat api, semakin besar apinya, semakin giat upayanya untuk memadamkan.

Contoh:
“Gue mau coba bisnis baru nih!”
“Bisnis apa?”
“Jualan baju anak-anak”
“Yahhh… hari gini jualan baju! Nggak liat tuh, di ITC yang jualan baju udah segambreng?”
“…tapi koleksi gue unik-unik lho! Lain daripada yang lain deh!”
“Alaaah… unik kaya apa sih, paling sebentar lagi juga pasaran. Liatin aja!”
“Euh… gue juga berencana ngikutin perkembangan tren lho…”
“Emangnya lu kira gampang? Gue pernah tuh, coba jualan baju kayak elu. Awalnya semangat, eh terakhirnya malah rugi. Mana barang dagangan dibawa kabur orang…”
dst dst dst.

Kiat menghadapi Dementor

Cara paling aman adalah: jangan dideketin. Begitu seseorang yang ada di dekat lo menunjukkan ciri-ciri seorang Dementor, segeralah jauh-jauh. Cari alasan apa aja, bilang mau beli rokok ke Ujung Kulon kek, mau nguras sumur kek, terserah. Yang penting jangan deket-deket mereka. Ingat, Dementor itu sangat menular!

Checklist Dementor

Sedangkan bagi kalian yang selama ini telah menjadi Dementor tapi nggak menyadarinya, coba teliti daftar berikut. Kalo kalian merasa setuju dengan 5 pernyataan atau lebih, hati-hati, kalian sedang menjelma menjadi Dementor. Segeralah minta pertolongan profesional, sebelum terlambat.

  • Sebagian besar orang lebih beruntung dari gue
  • Nggak ada orang yang bisa hidup layak dengan gaji sekecil gue
  • Semakin lama, kondisi perekonomian semakin buruk. Gue nggak tau bulan depan masih bisa hidup atau enggak
  • Gue nggak tau gue ingin jadi apa
  • Gue benci sama kantor gue, tapi kalo gue resign nanti nggak ada kantor lain yang mau nerima
  • Naik pangkat? Jangan ah. Ntar kalo gagal gimana?
  • Tentu aja dia naik pangkat. Rajin jilat pantat, pasti.
  • Dari dulu memang gue ditakdirkan apes
  • Gue nggak pinter, makanya nggak bisa sukses kayak orang lain
  • Orang tua gue asal-asalan nyekolahin gue, makanya gue jadi kaya gini sekarang
  • Gue nggak kebayang gimana caranya biar bisa hidup lebih baik
  • Orang emang gampang kasih nasehat. Mereka belum ngerasain susahnya hidup gue, sih.
  • Percuma gue kerja keras, toh tiap bulan gajinya cuma segitu-segitu aja
  • Orang lain enak punya duit buat refreshing. Gue boro-boro refreshing, makan aja susah. Makanya harap maklum kalo gue stress.
  • Gue udah ketuaan untuk nyoba hal baru
  • Kenapa sih nggak ada orang yang ngertiin gue
  • Orang lain enak, punya orang tua kaya buat minjem duit kalo butuh. Giliran gue, yang ada emak gue nodong mulu buat beli beras
  • Kalo ada orang baik sama gue, pasti ada maunya
  • Boss muji gue? Pasti dia salah orang.
  • “7 Habits”-nya Steven Covey? Itu kan buatan Amerika, mana bisa berlaku di sini
  • Luna Maya aja masih ngejomblo, apalagi gue yang jelek begini
  • Emang dunia makin parah. Kucing aja makin hari makin kurang ajar.

Pesan bagi para Dementor
Tema utama hidup kalian adalah: merasa diri sebagai orang paling apes sedunia.

Padahal  sekarang penduduk dunia ada 6.7 miliar orang. Jadi, lo harus mengalahkan keapesannya 6.699.999.999 orang. Itu nggak gampang, lho. Apa iya lo sehebat itu?

Tq,

Reny

Modmar – ext.437

→ 4 CommentsCategories: Daily Blog · Tips & Trik

Dido – Thank You

August 31, 2008 · Leave a Comment

My tea’s gone cold, I’m wondering why,
I got out of bed at all,
The morning rain clouds up my window,
And I can’t see at all,
And even if I could it’d all be grey,
But your picture on my wall,
It reminds me that it’s not so bad,
It’s not so bad.

I drank too much last night, got bills to pay,
My head just feels in pain
I missed the bus and there’ll be hell today,
I’m late for work again,
And even if I’m there, they’ll all imply,
That I might not last the day,
And then you call me and it’s not so bad,
It’s not so bad.

And I want to thank you,
For giving me the best day of my life,
And oh, just to be with you,
Is giving me the best day of my life.

Pushed the door, I’m home at last,
And I’m soaking through and through,
Then you handed me a towel,
And all I see is you,
And even if my house falls down now,
I wouldn’t have a clue,
Because you’re near me.

And I want to thank you,
For giving me the best day of my life,
And oh, just to be with you,
Is giving me the best day of my life.

And I want to thank you,
For giving me the best day of my life,
And oh, just to be with you,
Is giving me the best day of my life.

 

Note: for my beloved Papap…. Thank you for giving me, the brighter day ever…

→ Leave a CommentCategories: Nyanyi Yuk

Beda Bercanda laki dan perempuan

August 31, 2008 · 1 Comment

31 Agustus 2008

Dalam 2 minggu ini gw udah 2 kali menemukan kalau perbedaan antara bercanda laki-laki dan perempuan itu tipis banget tapi bisa menimbulkan efek yang besar banget.

Kasus 1 terjadi sama gw sendiri:

Si Papap punya mantan yang baru banget diputusin waktu dia ketemu gw. Dengan mengatas namakan “membina hubungan baik biarpun sama mantan” atau mengatasnamakan “pertemanan” atau mengatas namakan “iseng” terjadilah hubungan timbal balik melalui SMS. Salahnya adalah, SMS itu mirip sama lagu dangdut yang kemarin2 lagi laku berat: “Bang…sms…siapa ini bang… smsnya pake sayang-sayang….” hauhauhuahuahuahuh duh hancur hati ini begitu ngeliat sms itu. Runut punya runut, terbitlah alasan : “sumpah itu enggak ada maksud apa-apa, cuma iseng….”

Bercanda??? mungkin…!! Iseng?? apalagi…!! Trus mo marah gimana dong? gw udah marah tapi sekali lagi gw inget….hey…mungkin gw juga pernah iseng yang menjurus-jurus sama orang lain kan? Meskipun gw akuin belum pernah gw iseng trus masih manggil sayang-sayang ke mantan, tapi setidaknya gw pernah iseng dengan lawan jenis yang mungkin kalo diliat lagi ya bisa bikin orang berpikiran yang macem2..!! Jadi reda lagi deh marah gw….! tapi tetep kalau pun dasar isengnya sama, tapi efeknya kok beda banget ya? Apa mungkin kalau perempuan tidak akan melewati batas kalo bercanda sedangkan laki-laki suka kelewat batas dan buat mereka itu biasa? “yang penting kan hatinya dia buat loe aja, Ir…!” itu kata temen gw waktu gw curhat sambil nangis bombay..

Kasus ke 2 terjadi sama temen yang awalnya gw curhatin soal kasus 1:

hauhauhuahuahuahuha tulah deh, ternyata orang yang gw curhatin yang notabene adalah laki-laki dan sahabat dari papap, kejadian jadi berantem gara-gara “Iseng”.

Awalnya dari bercanda ala “adult” dan berakhir dengan salah kirim… hauhauhauhuahuah ini parah..! sampe sempet mo ditinggalin sama bininya yang lagi 2 minggu manggul-manggul jabang bayi.

Alasan temen gw?? ya itu dia “Iseng” sumpah itu cuma bercandaan dimulut, gw enggak pernah serius sama bercandaannya (itu kata dia). Tapi kok ya tetep buat kita para cewek bercandaan itu parah banget dan bisa membuat tingkat kepercayaan kita para perempuan jadi turun ke 15 point dibawah sadar hehehehehhehe…..

padahal mungkin, tanpa disadari kita juga pernah begitu kok, meskipun menurut kita enggak separah itu (ya itu kan kata perempuan sendiri….) Laki-laki pun ada yang gampang meledak dengan bercandaan simple para cewek2. Intinya sih pengendalian diri…cieeehhhh (mentang-mentang besok dah mo puasa, ngomongnya pengendalian diri loh…hehehehhehe)

Tapi ya itu, kalo gw pikir2 lagi mending sih emang amannya ya menjaga hati masing-masing pasangan. Caranya bagaimana ya tergantung seberapa kenal kita sama pasangan kita masing-masing kan? bisa jadi satu cara tidak bisa diterapkan ke orang lain, atau mungkin bisa.

Untuk sesuatu yang sudah sering kita lakukan pada saat kita sendiri belum tentu bisa terus diterapkan waktu kita sudah berpasangan. Bukan berarti merubah atau membatasi tapi lebih tepatnya menyesuaikan kalo kata gw sih. Menyesuaikan juga harus dari kedua belah pihak. Tidak cuma satu pihak yang menyesuaikan diri. yang ada capek..!!

→ 1 CommentCategories: Daily Blog

Obrolan Bodoh part 2

August 21, 2008 · Leave a Comment

21 Agustus 2008

*percakapan terjadi di sebuah cafe yang (sumpah!!!) cuma disitu bisa diutangin dan jadi tongkrongan paling asik di sekitaran Kemang*

Topik : Pembantu

Cerita dari si A:

Pembantu gw kocak deh. Waktu gw kecil, pembantu gw kan tidur bareng kakak gw yang perempuan. Trus disuatu pagi kakak gw cerita:

kakak : wah payah nih si mbak, tadi malem mimpi sampe ngigo ketawa2 genit gitu… kamu mimpi tadi malem???

Pembantu : hihih iya mbak aku mimpi…

kakak : mimpi apa kok kayaknya seneng banget gitu?

Pembantu : mimpi diperkosa mbak….

Kakak : ?????????????????????????????????????????????????????????????????? (ini anak masih abg loh??????)

Kita yang denger cerita si A : hauhauhauhauhuauahuahuhauhauhauhauhauhauhauhauhauhauhuahuahuauahuahuahuah mimpi diperkosa kok seneng????

→ Leave a CommentCategories: Daily Blog

Obrolan Bodoh part 1

August 21, 2008 · Leave a Comment

21 Agustus 2008

*singkat cerita didalam mobil, dengan 2 orang wanita bodoh :D *

A : Gile, inget nyalip, waktu ke jogja kemarin ada bis dibelakang mobil kita yang bikin parno. pas kita ngambil jalur kanan buat nyalip, bis dibelakang kita malah ngedim, kesannya mo ngeduluin mobil. Pas kita minggir ke kiri eh itu bis ikutan kekiri. Balik lagi ke kanan itu bis ikutan ke kanan ples ngedim lagi…. Begitu terus sampe beberapa kali. Parno dong kita yang di mobil. Abis aneh banget.

B : oooh bikin takut ya….

A : iya, makanya. Gw takut aja, si bis itu mo ngapain ya?? abis ngikutin mulu tapi kalo dikasih jalan ke kiri dia gak juga nyalip…

B : itu malem?

A : iya malem?

B : oh mungkin dia ngasih kode

A : Kode apa?

B : Biasa kan kalo jalan keluar kota trus sisupir ngantuk lebih gampang ngikutin mobil didepannya dari pada ngeliatin jalan. Udah ngantuk kali itu supir….

A : ooo gitu ya? tapi kalau memang mo konpoi gitu kenapa pas kita ngambil kanan trus dia ngedim???

B : ya itu dia kode tadi….

A : kode yang artinya apa??

B : “tungguin dong jalannya jangan cepet2!!!!”

A : ???????????????

→ Leave a CommentCategories: Daily Blog

Makan Siang Rasa Rocker di God.Inc – Bandung

July 1, 2008 · 2 Comments

Jakarta 1 Juli 2008

Dua minggu lalu gw makan siang di God.Inc Bandung sama calon suami. Distro yang jual baju2 (yang menurut gw) rocker abeeeeeezzzzzz dan punk beraaaaaattttsssss….. didominasi warna hitam, mulai dari baju-baju, kaset, CD, majalah…..semuanya berbau rock dan punk (which was gw gak tau bedanya apa ehhehehehhe).

Disamping God.Inc ada bis gede yang difungsikan jadi distro juga, sayang gw lupa namanya…. (sayaaaang….namanya apa deh???). Berhubung si yayank itu punkers ehhehehe jadinya doyan deh ke distro2 nyari2 yang keren (terbukti, dia beli kaos item keren juga kalo gw liat-liat…..hehehehheh).

Berhubung gw aus dan sedikit laper, makan deh gw diresto samping distronya itu. Wuih, yang dateng juga keren2. Denger2 distro itu awalnya rumahnya salah satu band Indonesia heheheheh nanti deh di update sama si papap soal rumah siapakah itu.

Lagi enak2 makan tiba2 dateng deh gerombolan2 yang kata si papap salah satu pemain drumnya. Dibelakang rumah itu kayaknya dijadikan studio, soalnya kedengeran berisik, ples ada yang berisik main kartu ahhahahhahahhahaha.

Seru….seru…. makannya enak, pelayannya manis-manis…(pssst jangan bilang2 ya….), yang dateng keren2, baju-baju dan atribut lainnnya disana juga keren abeeeezzzzz……..

→ 2 CommentsCategories: Daily Blog

Kelakuan….kelakuan

June 10, 2008 · 5 Comments

10 June 2008

 

Kelakuan si kucing garong…. *upsss* maksud gw kelakuan emang dasar ya….!! gak mandang apakah mereka menyandang status “eksekutip muda” yang namanya kelakuan kampung mah kampung aja…..

Ceritanya tanggal 4 kemarin gw ke Bali sama Nyokap, naik salah satu penerbangan yang terkenal murah itu. Ternyata selidik punya selidik bangku di belakang kayaknya dikhususkan untuk orang2 dari penerbangan itu sendiri.

Duduklah 2 orang laki2 yang menurut gw mereka bisa digolongkan “eksekutip muda” dilihat dari penampilan dan cara bicara mereka yang awalnya cuma gw denger pake campur2 bahasa inggris heheheheh keren dong….??

Tapi lama-lama obrolan mereka mulai kenceng (NB: sampai taraf mengganggu penumpang lain, padahal gw ada dipenerbangan malam, sekitar jam 8 malem), dan mulai terdengar kata-kata: (sorry) wah iya….hahahhahah t** itu orang, an***** banget.

Well, gw pikir gw juga sering kok pake kata-kata kasar kayak gitu, tapi bukan dalam konteks ditengah2 public place dan tidak dengan intonasi yang bisa bikin orang gak bisa tidur.

Gak lama, pramugari yang cantik2 itu lewat sambil nawarin dagangannya (snack, minuman dan satu lagi yang bikin nyokap gw ngakak…… MIE ABC CUP… hahahhahahahha udah duduk gak pake nomer dan rebutan eh ini lagi ditambah ada popmie….kayak naek kereta kata nyokap gw….(maklum dia baru kali ini naik penerbangan itu….)).

Mulai lah yang gw bilang kelakuan….tiba2 mereka (si pramugari yang cantik2 itu dan 2 cowok di belakang gw) terlibat obrolan seru….enggak inget lagi mereka ngomong apa, tapi terkesan bebas banget dan kayak bener2 di terminal….. ada kata-kata “Embeeerr…..”, ato “Wah itu dia gak bisa dugem lagi dong (kata si pramugari)” ato satu lagi keluar dari kata2 si cowok2 itu “ayo dong on ground (ato apalah istilahnya gw lupa hihihihih yang jelas maksudnya pas udah mendarat lah…..) dugem”

Dan semua obrolan itu KENCENG BANGET…!!!! Sumpah gw jadi berasa diterminal. Emang sih gw beli tiket murah dan gw rasa penerbangan itu laku banget kayak kacang goreng. Tapi bukan berarti tingkah mereka juga bisa nganggep kita murah dong???? emang kayak gitu harusnya sikap para pramugari dan orang2 dalam penerbangan?????????? baru tau gw kalau emang kayak gitu…

Tapi gw gak kapok kok naik penerbangan itu hehehehehe murah meriah, desek2an, rebut2an dan bisa jajan popmie hehhehehehheheh…sip…sip….sip…!!!

→ 5 CommentsCategories: Daily Blog

Surat Visa Application

June 9, 2008 · Leave a Comment

Jakarta

, 16 Oktober 2004
Kepada Yth,
Kedutaan Besar …………………
Di Jakarta

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : ………… ……… .
Jabatan : ………… ……… .
Alamat : ………… ……… .

Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa saya beserta :

Nama : ………… ……… .
Hubungan : ………… ……… .

Dalam waktu dekat ini kami bermaksud akan berkunjung ke ………… …… dalam rangka berlibur. Kami akan berada di ………… .. kurang lebih ………… ……. hari lamanya.

 

 

Selama berada di ………… ……. kami tidak bermaksud untuk bekerja, menetap, belajar, melainkan  hanya untuk berlibur saja. Setelah masa kunjungan selesai kami akan segera kembali ke Indonesia.
 

 

Adapun mengenai segala biaya perjalanan akan menjadi tanggung jawab pribadi sepenuhnya.
 

 

Demikian surat keterangan ini kami buat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan dapat dipergunakan sebagai mana mestinya.
Atas segala perhatian dan bantuannya kami mengucapkan terima kasih.

Hormat kami,

………… ……..

 

 

→ Leave a CommentCategories: Tulis-tulis Sekretaris

Contoh Surat Visa Application

April 21, 2008 · Leave a Comment

Jakarta, 16 Oktober 2004

Kepada Yth,
Kedutaan Besar …………………
Di Jakarta

Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama : ………… ……… .
Jabatan : ………… ……… .
Alamat : ………… ……… .

Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa saya beserta :

Nama : ………… ……… .
Hubungan : ………… ……… .

Dalam waktu dekat ini kami bermaksud akan berkunjung ke ………… …… dalam rangka berlibur. Kami akan berada di ………… .. kurang lebih ………… ……. hari lamanya.

Selama berada di ………… ……. kami tidak bermaksud untuk bekerja, menetap, belajar, melainkan  hanya untuk berlibur saja. Setelah masa kunjungan selesai kami akan segera kembali ke Indonesia.

Adapun mengenai segala biaya perjalanan akan menjadi tanggung jawab pribadi sepenuhnya.

Demikian surat keterangan ini kami buat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan dapat dipergunakan sebagai mana mestinya.

Atas segala perhatian dan bantuannya kami mengucapkan terima kasih.

Hormat kami,

………… ……..

 

→ Leave a CommentCategories: Tulis-tulis Sekretaris