Monthly Archives: August 2004

Letter from Ulez

Jika, Sebuah Pensil Warnaku kuberikan pada Irha
Ini adalah petualangan sel-sel otak dalam mencari kebenaran yang dapat diterimanya (karena kebenaran belum tentu dapat diterima).

Aku baru bangun ketika sekejap itu pula mataku menumbuk tulisan terjemahan film the matrix,
”aku tidak suka gagasan bahwa aku tidak mengendalikan hidupku” mungkin bahasa inggris amerikanya ”i don’t like the idea of being not having control on my own life”.

Aku harusnya bertemu Wachowski bersaudara semenjak tahun 2000
untuk menuliskan pada mereka bahwa aku mempunyai sel otak yang mempunyai rute petualangan yang sama.
Aku harusnya bilang, ” we always have control with our life, since our birth, even since we are not exist yet, we always do bro!”.

Lalu aku akan mulai bercerita gagasanku.
Aku punya ide. Bahwa ketika manusia mulai hidup, tidak bisa merdeka dari dua hal yaitu lahir (kamu bisa baca ini: awal hidup) dan mati.

Tapi diantara belenggu keduanya kita benar-benar merdeka, karena Sang Pencipta Kemungkinan memberikan kita hal yang menggembirakan yaitu Teka teki perjalanan hidup untuk dipecahkan sendiri,
persis seperti buku cerita sewaktu kita sekolah dasar dulu yang dibawahnya bertulis ”ciptakan petualanganmu sendiri”,
dimana kita tidak harus membaca buku itu halaman demi halaman tapi tergantung jalan mana yang mau kita ambil.

Sayangnya kemungkinan-kemungkinan yang diberikan sedemikian banyaknya sampai kita sendiri malas untuk memikirkannya sehingga beberapa dari kita lebih senang tidak merdeka dalam menentukan kemungkinan yang cocok dan dapat diterima untuk dirinya sendiri.If…Then…Else.

Hidup ini adalah Algoritma kawan, pilihlah petualangan mu sendiri tidak ada jalan buntu, tidak peduli kamu akan melakukan sesuatu atau menghindarinya hal beikut yang mendatangimu adalah konsekuensi dari tindakan yang kamu ambil.

Contoh sederhana, If kamu percaya dengan apa yang aku ceritakan ini Then kamu akan mulai berpikiran yang kirakira sama denganku dalam memandang hidup Else mungkin kamu akan berpikiran lain, entah menentang atau entahlah. Tidak, tidak berhenti sampai disini karena setiap If…Then…Else yang baru kita lewati akan melahirkan If…Then…Else yang lain dibawahnya. Makanya aku bilang jika kita sudah ditakdirkan untuk merdeka mengapa mesti kita mengingkarinya dengan mengakui bahwa kita merdeka dengan tetap terbelenggu dan nyaman dengan ketidak tahuan…., hanya agar bisa tidur pulas dan bangun dengan mengetahui uang penghuni dompetmu masih ada untuk makan dan tertawa.Hahaha…adapun benar tidaknya tulisan inipun adalah termasuk dalam sistem If…Then…Else itu sendiri, If tulisanku benar Then ini adalah tulisan yang benar dan aku senang bisa mengetahui sekali dalam hidupku aku benar Else ini hanyalah tulisan orang gila yang mencuri 20 menit waktu kerjanya. Namun orang gila ini berharap ini adalah awal dari pengumpulan pensilpensil warna dimulai dari Irha lalu UleZ berikutnya adalah yang lainnya. Selamat Bekerja atau apapun yang akan kamu kerjakan.wuih,panasnya ampuuuuuun, di Bogor aja kayak gini gimana Jakarta.Susah,Belum makan kerja gak semanget, laper, dah makan kenyang kerja gak semanget juga ngantuk. Jadi kapan semanget kerjanya yah?Rha,lu ngapain kalo senggang?suka nulis ya Rha?gw kangen masamasa guwe masih demen nulis, sekarang gw lebih banyak ngegambar dan manipulasi gambar, faktor duitlah yg bikin gini hehehe, tapi emang gw demen juga seh.Eh, lu suka nulis dlm english gak? kalo suka, coba aja ngadu ama seluruh dunia alamatnya di http://www.w1k.com, pilih kontesnya yang text, gw suka ngadu tapi buat photoshop contectnya.uuuh, guww mo laporan dulu ah kepada sang Khalik.dah Rha.ntar sore deh kalo gw gak kehanyut ngulik gambar gw kabarin lagi.thxUleZ

Advertisements

My Brain….

2004-04-30 02:19:16 (GMT)

Situasi sering berubah seiring jarum jam yang berjalan satu-satu kedepan.
Tidak ada yang bisa merubahnya, selain the all mighty God yang menyerukan, STOP!!
Tapi itu tanda dunia ini juga berhenti berputar bukan? Dan bukan itu yang kita semua inginkan.

Perasaan bergulir seperti air dari kucuran, turun dan terus turun, mengalir dan mengalir membasahi semua permukaan yang dilewatinya, dan tidak terkecuali. Walau terkadang terik dari sang matahari menguapkan butir-butir air kecil itu. Kering dan tak berbekas. Begitu juga dengan perasaan manusia, berubah, berjalan bahkan terkadang kering kerontang.

Hati manusia kadang ku pikir seperti sebuah kentang, jika diolah dengan baik, ia akan berubah dari sebuah tumbuhan bundar, jelek dan kotor menjadi makanan yang membuat perut buncit. Tetapi jika dia dibiarkan diatas dipan, dan kadang2 ditusuk2 menjadi mainan kanak-kanak, kentang itu akan menjadi busuk dan lebih buruk lagi, berulat dan bau.

Semua itu membuat aku berfikir – walau kadang aku malas memikirkannya – kehidupan itu diberikan awalnya mulia dan bersih, sama seperti selembar kertas folio yang baru dibeli dari toko buku, tetapi tangan2 jahil membuat lembar kosong itu berisi. Berisi kotoran, tulisan, sayuran bahkan bisa berisi obat-obatan dan marijuana. Tergantung siapa yang mengisinya dan apa isinya.

Kadang ingin aku mempunyai tangan yang super besar agar bisa memutar kembali rotasi bumi ini sehingga aku bisa mengulang hal-hal bodoh yang pernah melewati ruang waktu umurku hingga sekarang. Tetapi bagaimana? Dengan merendam tanganku di seember minyak tanah? Atau bagaimana? Bagaimana menghilangkan lubang-lubang bekas tusukan paku yang kutanamkan di belahan-belahan kayu hati orang-orang itu? Bisakah aku menambalnya seperti menambal ban yang pecah?

“Hai, apa kabar? *Ira*”Pesan singkat seharga 350 rupiah kuluangkan hanya untuk menyambung pertemanan yang terputus. Aku pikir – walau seperti yang pernah kubilang, kadang aku malas untuk berfikir – tidak ada salahnya aku menguntai kembali butir-butiran ‘teman’ yang terputus dari rangkaiannya. Tetapi ternyata balasan yang datang membuat aku ingin melompat-lompat – bukan karena senang – melainkan kaget. Untung jantungku sehat, sesehat matahari pagi. Kata-kata yang kudapat membuat segaris senyuman pahit muncul malam itu. Well, once again, dari satu sisi ingin kujawab sesuatu yang mungkin bisa membuat pembacanya merasakan panas dikepala dan hatinya. Tetapi kuingat lagi masalah ‘kentang’, aku tidak ingin menjadi kentang yang ada di dipan yang membusuk dan bau.

Belajar menahan semburan emosi yang keluar bukan sesuatu yang mudah. Selayaknya seorang kanak-kanak belajar mengendarai sepeda, awalnya roda tiga, lalu roda dua, lalu muncul bilur-bilur biru dikaki dan tangannya akibat terjatuh dan terjatuh dan terjatuh. Sampai akhirnya ia bisa mengendarainya dengan piawai dan tersenyum bangga. Begitu pula proses pembelajaran hati, emosi dan pikiran.

Aku coba menerawang dan melihat jalur-jalur kehidupan yang terlewat di rel nyawa ku yang ditiupkan Tuhan kira-kira hampir 27 tahun yang lalu. Tiket yang kubeli untuk melalui rel itu mahal, tapi tujuannya tergantung aku sebagai masinis. Ada banyak stasiun yang dimana seharusnya aku berhenti dan mengecek mesin keretaku, aku lewatkan begitu saja. Atau jalur yang seharusnya tidak kulewati tetap kulewati dan malah berlama-lama dijalur itu sampai ada petugas yang meniupkan peluit tanda bahaya. Malah terkadang ingin rasanya kutinggalkan kereta itu dan beralih ke kereta lain.

Sering aku terjerembab oleh sebaris aspal yang kubuat untuk alas ku berpijak. Entah pembuatannya yang tidak benar, atau bahan dasar aspal itu yang aku salah? Jangan-jangan aku salah mencampurkan adonan aspal itu, memakai ter atau tepung ya??? Entah lah! Tapi bilur-bilur yang ada dikaki dan tanganku membuat aku sadar ada sesuatu yang salah dengan cara aku berjalan, ada yang salah dengan cara aku mengendarai kereta ku itu, ada yang salah dengan cara aku belajar dan membuka-buka halaman kehidupan ku sendiri.

Ingin ku tiupkan kata-kata ini kepada semua orang yang hatinya menjadi bolong Karena paku yang ku tanamkan dihati mereka masing-masing;“Aku ini hanya setitik kecil manusia yang mencari gambaran jiwa, entah bentuknya abstrak atau riil. Kata maaf mungkin tidak cukup kuat untuk kuangkat dan kubagi-bagikan atau mungkin aku tidak cukup memiliki jatah untuk diriku sendiri. Tetapi akan kusisihkan sebentuk kecil lingkaran yang akan kucuil dari hatiku untuk menggantikan lubang-lubang yang kubuat dihatimu.”

Jika ada satu masa didalam lingkaran proses hidup manusia yang mengijinkan aku untuk berhenti dan berfikir, maka aku akan ambil itu dan kusimpan dalam saku bajuku untuk kubawa kemanapun aku pergi.J

ika ada satu kesempatan didalam jutaan kesempatan yang berlalu lalang dijalan raya, akan kucuri satu dan kugunakan untuk memperbaiki apa yang sudah rusak.

Jika ada satu hembusan nafas yang sedang dibagi-bagikan pada acara amal, aku akan mengemis dan merengek untuk mendapatkan satu dan kusimpan dalam lubang tanah yang dalam seperti binatang yang menguburkan makanannya untuk disantap nanti.

Jika ada satu kata yang mungkin bisa menyembuhkan luka, akan ku pakai itu untuk mengobati apa yang sudah pernah kugores. Bisa kah kata-kata penyembuh itu kutemukan di Apotik? Berapakah harganya? Apakah semahal harga diriku? Atau semahal jiwaku?

Ada banyak ‘JIKA’ di kosa kata otakku yang kecil ini.
Kaumau satu? Atau kau mau lihat contoh ‘JIKA’ yang dari tadikusebutkan?
Satuuu….saja!!

Baiklah, aku akan beristirahat dan membuka layar kecil yang baru, tidak mahal tapi bagus, tidak elok tapi merindukan. Tidak berwarna-warni tetapi polos. Kau mau kuberikan satu buah pinsil warna dan membantuku mewarnainya?


Udah Taun 2004 Loh….

Jakarta, 7 January 2004

Enggak sadar ya sekarang udah taun 2004 aja, cepet banget.
Udah banyak lagi deh kejadian yang lewat di taun 2003,
kejadian yang mau gue lupain tapi susah banget.
Di Tahun 2004 ini gue berharap….dapet jodoh hihihihihi….

Ada beberapa cerita baru seperti:Ada secret admirer yang namanya Eldy Jonathan,
yang sampe sekarang masih enggak jelas…kenalannya aja kudu lewat temennya dulu.
Enggak seru banget itu orang, udah gitu pake acaran boong segala ama gue soal dimana dia kerja..

kedua:A’a sekarang di Bogor, seperti yang udah pernah gue ceritain,
hubungan gue mulai membaik sama dia dalam arti kata,
sudah mulai deket lagi gue sama dia, dan sudah sedikit ada ‘trust’ di our friendship.
Tapi so far kemajuannya baru sampe situ, dan sampe situ aja emang yang gue mau 🙂

Ketiga: Ceting lagi hihihihihi, gak tau kenapa ini anak bikin gue pengen ceting lagi tapi bukan berarti gue naksir…
cuma jadi gue kembali betah berlama2 di depan kompi,
dan menyebabkan gue tidur pagi terus selama beberapa hari ini.
Namanya Andy Nugroho dia lagi ambil S2 di Jerman.

Ke empat:kemarin2 gue ke Surabaya sama nyokap dan ade gue, dan tebak siapa lagi yang gue temuin?
heheheh tidak lain tidak bukan ya si Tedjo, selingkuhan lama gue yang tinggal di Surabaya….
wah biasa TTM….

Apalagi ya?lom ada lagi deh…segitu aja kali ya…heheheh dari pada diary ini ditutup sama admin gara2 gak diisi2….


A’a dan cerita lama gue

Jakarta, 22 Agustus 2003

Kemarin (hari Rabu) tanpa di rencanakan si A’a sms gue dan ngajakin ketemuan, sebenarnya sih gue duluan yang ngajak ketemu tp bukan hari Rabu melainkan hari Kamisnya. tapi ternyata mungkin dia pas bisa. Disitu lah akhirnya semua keluar uneg2 mengenai masalah gue sama dia yang dulu dan kesimpulannya gue masih bisa temenan lagi tapi tetap enggak bisa kayak dulu, kita berdua sudah pernah mengalami hal yang menyakitkan, dan itu pasti akan membuat perubahan yang sangat besar, juga perbedaan.

Sampai dirumah gue malah berfikir mungkin lebih baik gue enggak usah ketemu temen2 lama gue lagi, dengan begitu gue tidak akan mengulang cerita2 lama gue, sifat2 lama gue dan kebiasaan2 lama gue. Dengan ketemu a’a kemarin aja gue udah mulai teringat sama cerita2 gue yang dulu sama dia.

Si kitty marah sama gue, padahal seharusnya gue bukan yang ngambek? well, menurut rencana besok itu gue janjian sama Ditha, kitty dan mang oteph, tp sepertinya….enggak akan mungkin terjadi…


Sekarang Semuanya Berubah

Jakarta, 18 Agustus 2003

Eh hari ini libur dong gara2 tujuh belasan heheheh lumayan lah senin gini gak masuk….. Gue mau cerita soal temen2 gue yang sekarang berubah…

A’a: Mungkin sekarang gue udah bisa ngobrol biasa lagi sama dia kayak dulu, tapiiii….tetep gue ngerasa ada yang berubah dari dia. Udah enggak gampang diajak ketemu kayak dulu, yah mungkin jg karena peristiwa yang dulu itu dia sekarang berubah.

Kitty: sejak pacaran dia banyak berubah,ok lah perubahan dia banyak yang positifnya tapi sepertinya gue jadi tersisihkan,
semua waktu dia sekarang buat cowoknya. Wajar sih dan memang biasanya cowoknya duluan kan yang dipentingin, tapiiii…. gue enggak senengnya terlalu semua waktu dikasih ke cowoknya, enggak dibagi2. Dulu dia paling rajin telfon gue dan tanya2 kabar gue, sekarang??? huuu boro2….kalo gue udah ngambek dulu baru deh dia nelfon,itu juga kadang2 nelfon kalo ada butuhnya aja sama gue.

Krisna: Sekarang juga enggak kayak dulu, dia sekarang lebih diam, dan enggak gampang lagi diajak jalan2 kayak dulu, yah semua orang kan emang punya waktunya sendiri2. tapiiii hehehehhe

Gue sendiri: gue juga ngerasa gue banyak berubahnya…. tapi entah kalo orang lain yang ngeliat ya??? Yah gue juga kan enggak bisa mengharapkan orang untung bersikap seperti yang gue mau, gue kan juga enggak boleh egois, siapa tau menurut mereka juga gue enggak kayak dulu lagi, nyebelin lah apa lah istilahnya….entah juga….tapi yang jelas gue ngerasa temen gue udah banyak banget yang berubah…. dan itu membuat gue sedikit sedih. Gue kangen peristiwa kayak dulu lagi, temen2 gue yang kayak dulu lagi…..ihik…ihik…


%d bloggers like this: